TIK – HAKI ( Hak Atas Kekayaan Intelektual )

HAKI atau singkatan dari Hak Atas Kekayaan Intelektual.

 Sebenarnya apa sih HAKI itu ?

Pasti semua bertanya-tanya. Mungkin kita jarang mendengar bahkan menyebut kata HAKI, tidak jauh beda dengan hak atau HAM (Hak Asasi Manusia) HAKI mempunyai 3 kata yaitu hak, kekayaan, dan intelektual. Menurut definisinya HAKI merupakan hak yang timbul karena hasil dari olah pikir manusia yang menghasilkan produk atau proses dari kreativitas manusia, pada awalnya HAKI ini diberikan untuk para penemu-penemu atas apa yang dihasilkannya untuk mendapatkan keuntungan atas usahanya untuk memproduksi produk atau proses.

Secara garis besar HAKI dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu registred yang artinya terdaftar, atau biasanya dilambangkan dengan huruf R didalam lingkaran. Resgistred  ini disebut dengan hak paten. Dan yang kedua adalah hak cipta atau copyright, yang dimaksut dengan hak cipta adalah mengcopy dengan menuruti aturan. Hak cipta melindungi kecerdasan, pikiran, dan kreativitas yang dituangkan dalam bentuk buku ataupun software komputer.

Dalam kehidupan, kita sehari-hari dapat merasakan betapa canggihnya teknologi dari masa kemasa. Sehingga dengan majunya teknologi dapat membantu memperingan pekerjaan kita, sehingga pekerjaan kita menjadi lebih praktis. Namun dibalik majunya teknologi juga dapat menimbulkan hal-hal yang negatif seperti pelanggaran hak cipta orang lain dengan cara pembajakan, contohnya yang paling terkenal dengan dimasalah HAKI adalah perangkat lunak, pembajakan software dan menjualnya dengan harga yang murah. Pembajakan ini dapat membuat kalangan masyarakat lebih memilih untuk memiliki software dengan menempuh jalan illegal, ini di sebabkan karena mahalnya harga software.

Seperti halnya kita mendownload aplikasi ataupun lagu yang jelas pengarangnya itu juga termasuk dengan kita mencuri, mendapatkan software yang premium namun kita mendapatkannya hanya dengan hitungan menit itu juga termasuk kta mencuri software tersebut. Tetapi jika memang software memang memiliki pelayanan free dan mendapatkannya mudah itu bukan termasuk mengambil software secara illegal, karena memang software tersebut memiliki pelayang free software. Sama halnya jika kita mengambil freeware berarti itu memang aplikasi yang benar-benar gratis, lain dengan shareware yang dibagikan secara gratis namun dalam penggunaannya menggunakan biaya atau membayar.

HAKI sangatlah penting, karena jika tidak ada itu akan dapat mematikan inovasi atau kreativitas dari penemu-penemu. Jerih payah dari perusahaan atau seseorang yang sudah merancang dan mengembangkannya dengan memakan waktu yang tidak sebentar dapat dimiliki oleh orang-orang dengan hanya hitungan menit dengan cara yang illegal. Dan menurut MUI sekarang, pengambilan software dengan illegal itu termasuk haram, oleh karena itu kita sebaiknya menghilangkan kebiasaan untuk membajak atau mendapatkan sesuatu dengan cara yang illegal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: