Secarik kertas media ini untukmu, dariku.

Lagi-lagi aku melihat sikapmu,
sikapmu yang selalu tampak sungkan untuk menentangku.
Sikapmu yang selalu menghargai rasaku.
Sikapmu yang selalu mengalah hanya untuk memberikan kepadaku.
Berhentilah. Aku menghargai semua,
maksutmu yang tidak ingin membuatku tidak nyaman.
Tapi kamu tau ? Rasa sungkanmu malah membuatku tidak nyaman.

“Sal ! kamu belum ngucapin”

Panggilmu singkat ditengah perbincanganku dengan yang lain.
Dengan menyipitkan mata, kamu seakan mengutarakan kalimat kecewamu itu,
satu kalimat, tersirat. Sangat singkat.
Yang dengan penuh harapmu aku ingat dan memberi selamat.

Kamu tau aku menyadarinya.
Akupun tau kamu tau aku menyadarinya.
Dan aku melihat itu,
Matamu sudah berbicara. Harapmu yang tak kudengar.
Hey ! tak usah sembunyikan rasa kecewamu itu.

Apa lagi-lagi karena rasa sungkanmu itu ?

Bahkan hanya sekedar mengingatkanku,
pada hari “ulang tahun” mu saja dengan kalimat yang tak benar-benar membentakku.
Jawabku yang acuh dan tanpa ada ucapan selamat,
Kamu seakan tak punya nyali untuk memarahiku dam memprotes.

Apa lagi-lagi karena rasa sungkan mu itu ?

Kita ini temankan ?
Tak usah berbohong, aku tau kamu menginginkanku menjadi salah satu orang,
yang mengingat dan memberi selamat dihari dimana umurmu bertambah.
Maaf, membuatmu selalu bersikap kaku didepanku.

“Terakhir, selamat ulang tahun, teman. Secarik kertas media ini menjadi kado untukmu, dariku. Aku menyayangimu ♥ “

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: