karena aku ini hanya pengagum dalam diam

aku memang ingin,

menjadi seorang yang selalu dilihat dari kejauhan

seorang yang memiliki pengagum dalam diam

yang mengetahui apa saja tentang aku,

diam-diam tersenyum karena mengawasiku

menyenangkan bukan?

 

tapi, aku tak pernah tau bagaimana rasanya,

karena aku tau aku tak pantas menjadi salah satunya

 

aku tau dan aku mengerti,

tanpa berkaca pun aku sudah sadar diri

hanya bisa tersenyum miris didalam hati

ini memang sebuah perwujudan rasa iri

karena aku tak mampu menjadi yang dikagumi

 

ini aku,

hanya mampu dan selalu menjadi kebalikannya

mengamatimu dalam diamku,

mencari tentangmu tanpa sepengetahuan sesiapapun

apa kamu tau itu?

 

kita memang sering berbicara, bercerita

percakapan yang selalu kutunggu setiap harinya.

 

tapi semua terasa berbeda,

saat aku tau, rasa pedulimu yang salah kuartikan

dihari kamu mulai mengakuinya dan kamu bilang kamu mengaguminya.

iya, dia. Si teman akrabku.

 

Benar kata temanku,

“jangan terlalu dalam mendamba”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: